<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Analair</title>
	<atom:link href="http://nonfisik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nonfisik.wordpress.com</link>
	<description>Lair of Analyst</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Mar 2011 15:36:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nonfisik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Analair</title>
		<link>http://nonfisik.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nonfisik.wordpress.com/osd.xml" title="Analair" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nonfisik.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Commander In Chief</title>
		<link>http://nonfisik.wordpress.com/2007/03/05/commander-in-chief/</link>
		<comments>http://nonfisik.wordpress.com/2007/03/05/commander-in-chief/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 02:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dnial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonfisik.wordpress.com/2007/03/05/commander-in-chief/</guid>
		<description><![CDATA[So I say to the people of this nation: I am humbled by your greatness. I am humbled by the history being made here today, humbled by the notion that I am the first woman to hold this office. I&#8217;m humbled by the responsibilities that rest with me. &#8211; MacKenzie Inaugural Speech Commander in Chief [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=17&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="center"><a href="http://nonfisik.files.wordpress.com/2007/03/commander_logo.jpg" title="commander_logo.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://nonfisik.files.wordpress.com/2007/03/commander_logo.jpg" title="commander_logo.jpg"><img src="http://nonfisik.files.wordpress.com/2007/03/commander_logo.jpg" alt="commander_logo.jpg" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>So I say to the people of this nation: I am humbled by your greatness. I am humbled by the history being made here today, humbled by the notion that I am the first woman to hold this office. I&#8217;m humbled by the responsibilities that rest with me. &#8211; </em>MacKenzie Inaugural Speech<em><br />
</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Commander in Chief adalah cerita fiksi tentang Presiden wanita pertama AS, yang ditayangkan di Indonesia oleh MetroTV setiap hari Minggu Jam 20.05. Commander In Chief mendapat Golden Globe tahun 2006 untuk Aktris Terbaik yaitu Geena Davis(pemeran Mackenzie Allen, presiden wanita AS pertama).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-17"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>The Story So Far</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Commander In Chief berkisah tentang seorang wanita, MacKenzie, mantan rektor, dan menjabat sebagai wakil presiden AS. Pada masa jabatannya, atasannya, Presiden Theodore  Roosevelt Bridges, terkena stroke dan terbaring di RS, memaksa MacKenzie untuk mengambil alih kepemimpinan negara. Saat presiden merasa tidak mampu menjalankan tugasnya, dia memanggil MacKenzie untuk menemuinya dan mengajak untuk bersama-sama mengundurkan diri. Karena alasan politis Presiden  Bridges tidak menginginkan MacKenzie untuk menggantikannya, karena mereka memiliki visi yang berbeda. Sebelum MacKenzie sempat mengundurkan diri, Presiden meninggal karena penyakitnya. Dalam kebimbangan, MacKenzie membulatkan tekad untuk memimpin AS dan menerima untuk menjadi Presiden wanita AS yang pertama. Apakah konggres, warga AS dan kabinetnya mau menerima kepemimpinan seorang wanita? Bagaimanakah seorang wanita memimpin AS?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Commander In Chief sarat dengan intrik politik, pertanyaan tentang kepemimpinan dan bagaimana seseorang selamat di tengah dunia politik AS. Commander In Chief tampaknya cukup bagus dan menarik, banyak terselip pelajaran politik dan humor cerdas yang membuat kita berpikir tentang negara. Ada adegan bagaimana seorang MacKenzie &#8220;mengancam&#8221; Dubes Nigeria untuk membebaskan seorang warga Nigeria yang akan dihukum mati karena berzinah, dia &#8220;mengancam&#8221; dengan membeberkan rencana penyelamatan yang disusun oleh militer AS. Bagus juga idenya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Well, Commander In Chief dibuat di tengah masyarakat (katanya) demokratis dengan sebagian rakyatnya apatis terhadap pemerintahan (hanya 60% rakyat AS mengikuti pemilu), dan tampaknya cukup membuat rakyat AS mengenal dalamnya pemerintahan dan (mungkin) membuat mereka lebih peduli.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonfisik.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonfisik.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonfisik.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonfisik.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonfisik.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonfisik.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonfisik.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonfisik.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonfisik.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonfisik.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonfisik.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonfisik.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonfisik.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonfisik.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonfisik.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonfisik.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=17&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonfisik.wordpress.com/2007/03/05/commander-in-chief/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b427e79542e0fc6e6d672733ca741fee?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dnial</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nonfisik.files.wordpress.com/2007/03/commander_logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">commander_logo.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Laki-laki Biasa</title>
		<link>http://nonfisik.wordpress.com/2007/02/24/cinta-laki-laki-biasa/</link>
		<comments>http://nonfisik.wordpress.com/2007/02/24/cinta-laki-laki-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2007 01:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonfisik.wordpress.com/2007/02/24/cinta-laki-laki-biasa/</guid>
		<description><![CDATA[ Disadur dari blognya mbak Meme MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=16&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="entry-content">
<p class="entry-body"> Disadur dari blognya <a href="http://http://samya.blogs.friendster.com/my_blog" target="_blank">mbak Meme</a></p>
<p>MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.</p>
<p>&#8220;Kenapa?&#8221; tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.<span id="more-16"></span></p>
<p>Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. suasana sore di kampus sepi. berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu. Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!</p>
<p>Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab<br />
kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.</p>
<p>&#8220;Kamu pasti bercanda!&#8221;<br />
Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.</p>
<p>Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!<br />
&#8220;Nania serius!&#8221; tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya. &#8220;Tidak ada yang lucu,&#8221; suara Papa tegas, &#8220;Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!&#8221;</p>
<p>Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh seleidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.</p>
<p>&#8220;Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan?&#8221; Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, &#8220;maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?&#8221;</p>
<p>Nania terkesima.<br />
&#8220;Kenapa?&#8221;</p>
<p>Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik. Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus! Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki Manapun yang kamu mau!</p>
<p>Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata &#8216;kenapa&#8217; yang barusan Nania lontarkan.</p>
<p>&#8220;Nania Cuma mau Rafli,&#8221; sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak. Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.</p>
<p>&#8220;Tapi kenapa?&#8221;<br />
Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa,<br />
dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan<br />
pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa.</p>
<p>Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya. &#8220;Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!&#8221;</p>
<p>Cukup! Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?</p>
<p>Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak &#8216;luar biasa&#8217;. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.</p>
<p>Mereka akhirnya menikah.</p>
<p>***</p>
<p>Setahun pernikahan.</p>
<p>Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.</p>
<p>Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.<br />
&#8220;Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.&#8221;</p>
<p>Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan. Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.<br />
&#8220;Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!&#8221;<br />
&#8220;Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!&#8221;<br />
&#8220;Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!&#8221;</p>
<p>Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli. Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.</p>
<p>Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!<br />
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?<br />
Rafli juga pintar!<br />
Tidak sepintarmu, Nania.<br />
Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.<br />
Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.</p>
<p>Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma. &#8220;Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.&#8221;</p>
<p>Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak. Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak<br />
juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang.</p>
<p>&#8220;Tak apa,&#8221; kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri.<br />
&#8220;Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.&#8221;</p>
<p>Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik.<br />
&#8220;Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?&#8221;</p>
<p>Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.</p>
<p>Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!</p>
<p>Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.</p>
<p>Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan<br />
Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!</p>
<p>Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.</p>
<p>Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.<br />
Cantik ya? dan kaya!<br />
Tak imbang!</p>
<p>Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.</p>
<p>Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.</p>
<p>***</p>
<p>Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya. &#8220;Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!&#8221;</p>
<p>Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.</p>
<p>Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.</p>
<p>Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.</p>
<p>&#8220;Baru pembukaan satu.&#8221;<br />
&#8220;Belum ada perubahan, Bu.&#8221;<br />
&#8220;Sudah bertambah sedikit,&#8221; kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.</p>
<p>&#8220;Sekarang pembukaan satu lebih sedikit.&#8221;<br />
Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.</p>
<p>Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.</p>
<p>&#8220;Masih pembukaan dua, Pak!&#8221;<br />
Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.</p>
<p>&#8220;Bang?&#8221;<br />
Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.</p>
<p>&#8220;Dokter?&#8221;<br />
&#8220;Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.&#8221;</p>
<p>Mungkin?<br />
Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat? Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi.<br />
Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.</p>
<p>Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun.<br />
Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum<br />
kemudian dia tak sadarkan diri.</p>
<p>Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.</p>
<p>Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.<br />
&#8220;Pendarahan hebat.&#8221;<br />
Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!</p>
<p>Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis. Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.</p>
<p>Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker. Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.</p>
<p>***</p>
<p>Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat<br />
kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.</p>
<p>Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.</p>
<p>Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.</p>
<p>Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan<br />
penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra.</p>
<p>Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.<br />
&#8220;Nania, bangun, Cinta?&#8221;<br />
Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.</p>
<p>Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik, &#8220;Nania, bangun, Cinta?&#8221;</p>
<p>Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.</p>
<p>Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.</p>
<p>Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.</p>
<p>Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.</p>
<p>Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh. Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.</p>
<p>Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.</p>
<p>Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?</p>
<p>Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya plan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.</p>
<p>Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.</p>
<p>Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.</p>
<p>Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.</p>
<p>&#8220;Baik banget suaminya!&#8221;<br />
&#8220;Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!&#8221;<br />
&#8220;Nania beruntung!&#8221;<br />
&#8220;Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.&#8221;<br />
&#8220;Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!&#8221;</p>
<p>Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?</p>
<p>Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?</p>
<p>Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.</p>
<p>Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih<br />
dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.</p>
<p>Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.</p>
<p>-Karya Asma Nadia dari kumpulan cerpen Cinta Laki-laki biasa-</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonfisik.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonfisik.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonfisik.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonfisik.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonfisik.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonfisik.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonfisik.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonfisik.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonfisik.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonfisik.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonfisik.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonfisik.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonfisik.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonfisik.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonfisik.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonfisik.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=16&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonfisik.wordpress.com/2007/02/24/cinta-laki-laki-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/491ce88df5b0d89b657c2b25297f11d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Heroes &#8211; Story of ordinary people</title>
		<link>http://nonfisik.wordpress.com/2007/02/09/heroes-story-of-ordinary-people/</link>
		<comments>http://nonfisik.wordpress.com/2007/02/09/heroes-story-of-ordinary-people/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2007 01:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dnial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonfisik.wordpress.com/2007/02/09/heroes-story-of-ordinary-people/</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Heroes Pencipta : Tim Kring Episode : 14++ (ongoing) Some individuals, it is true, are more special. This is natural selection. It begins as a single individual born or hatched like every other member of their species. Anonymous. Seemingly ordinary. Except they&#8217;re not. They carry inside them the genetic code that will take [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=14&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nonfisik.files.wordpress.com/2007/02/250px-heroes_title_card.png" title="250px-heroes_title_card.png"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://nonfisik.files.wordpress.com/2007/02/250px-heroes_title_card.png" title="250px-heroes_title_card.png"><img src="http://nonfisik.files.wordpress.com/2007/02/250px-heroes_title_card.png" alt="250px-heroes_title_card.png" /></a></p>
<p>Judul : Heroes<br />
Pencipta : Tim Kring<br />
Episode : 14++ (ongoing)</p>
<blockquote><p>Some individuals, it is true, are more special. This is natural selection. It begins as a single individual born or hatched like every other member of their species. Anonymous. Seemingly ordinary. Except they&#8217;re not. They carry inside them the genetic code that will take their species to the next evolutionary rung. It&#8217;s destiny.<br />
Mohinder Suresh &#8211; Heroes</p></blockquote>
<p>Bagaimana jika orang-orang biasa seperti kamu dan aku tiba-tiba memiliki kekuatan superhero? Dan gimana kalo ternyata orang-orang ini yang tidak saling mengenal dan tidak pernah bertemu ternyata ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia dari bencana yang akan terjadi 5 minggu lagi? Ini adalah cerita mereka.</p>
<p><span id="more-14"></span> Heroes adalah cerita tentang beberapa orang yang tampaknya tidak saling berhubungan, namun menemukan bahwa mereka memiliki kekuatan super, seperti mampu untuk terbang, berkelana menjelajahi ruang waktu, telepati, melukis masa depan dll.</p>
<p>=== SPOILER WARNING ====</p>
<p>Cerita dibuka dengan seorang pelukis, Isaac Mendez, yang mampu melukis masa depan saat sedang tinggi, dan dia menggambarkan sebuah ledakan nuklir di New york. Lalu cerita berpindah ke Hiro Nakamura, seorang karyawan di perusahaan di Jepang, yang menemukan bahwa dia bisa membelokkan ruang dan waktu, lalu dia tiba-tiba mampu berteleport ke NY 5 minggu kemudian dan melihat ledakan besar di New York, dan hal ini mendorongnya untuk meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke New York dalam perjalanan untuk menyelamatkan dunia.</p>
<p>=== END OF SPOILER WARNING ====</p>
<p>Keunggulan Heroes adalah penggambaran karakter yang sangat dalam. Kita bisa dengan mudah jatuh cinta pada salah satu karakter di sini. Mereka yang menggunakan kemampuannya untuk menyelamatkan dunia, mereka yang ketakutan dengan kekuatannya, ada yang mencari orang yang memiliki kekuatan dan menghisap kekuatan mereka, ada yang tidak peduli dengan kekuatan yang dimilikinya.</p>
<p>Hubungan antar karakter pun pelan-pelan tergambar dengan jelas, bahwa mereka ternyata saling berhubungan dan tanpa mereka sadari saling mendukung. Kepingan puzzle cerita pun diberikan di setiap episode menambah adiksi untuk mengikuti apa yang terjadi selanjutnya.</p>
<p>Overall, this is a damn good series, just watch for addiction&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonfisik.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonfisik.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonfisik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonfisik.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonfisik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonfisik.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonfisik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonfisik.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonfisik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonfisik.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonfisik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonfisik.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonfisik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonfisik.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonfisik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonfisik.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=14&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonfisik.wordpress.com/2007/02/09/heroes-story-of-ordinary-people/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b427e79542e0fc6e6d672733ca741fee?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dnial</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nonfisik.files.wordpress.com/2007/02/250px-heroes_title_card.png" medium="image">
			<media:title type="html">250px-heroes_title_card.png</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Samurai Deeper Kyo</title>
		<link>http://nonfisik.wordpress.com/2007/01/31/samurai-deeper-kyo/</link>
		<comments>http://nonfisik.wordpress.com/2007/01/31/samurai-deeper-kyo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Jan 2007 01:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anime]]></category>
		<category><![CDATA[Manga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonfisik.wordpress.com/2007/01/31/samurai-deeper-kyo/</guid>
		<description><![CDATA[Pengarang : Kamijyo Akimine Seri : 38 Episode (manga), 26 (anime) Memangnya kenapa kalau hidup itu menyebalkan? kamu tinggal membuatnya menarik kan? Pernah membaca Dr Jekkyll and Mr Hide? mungkin itulah kesan pertama yang didapat ketika melihat sosok Kyo si mata iblis yang muncul merasuki tubuh Kyoshiro Mibu ketika dia sedang dalam bahaya. Bermata merah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=12&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengarang : Kamijyo Akimine<br />
Seri : 38 Episode (manga), 26 (anime)<br />
<a href="http://nonfisik.files.wordpress.com/2007/01/samurai_deeper_kyoanime.jpg" title="Kyo"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://nonfisik.files.wordpress.com/2007/01/samurai_deeper_kyoanime.jpg" title="Kyo"><img src="http://nonfisik.files.wordpress.com/2007/01/samurai_deeper_kyoanime.thumbnail.jpg" alt="Kyo" /></a></p>
<blockquote><p><em>Memangnya kenapa kalau hidup itu menyebalkan? kamu tinggal membuatnya menarik kan?</em></p></blockquote>
<p>Pernah membaca <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mr_Hide">Dr Jekkyll and Mr Hide</a>? mungkin itulah kesan pertama yang didapat ketika melihat sosok Kyo si mata iblis yang muncul merasuki tubuh Kyoshiro Mibu ketika dia sedang dalam bahaya. Bermata merah, beringas, dan tidak kenal ampun, itulah sosok kyo yang bertolak belakang dengan Kyoshiro si tukang obat yang periang dan lemah. Akan tetapi seiring berjalannya cerita akan terungkap hubungan antara keduanya dan akan terlihat siapa yang sebenarnya &#8220;baik&#8221; dan siapa yang &#8220;jahat&#8221;<span id="more-12"></span></p>
<p>Alur cerita mulai berubah ketika Kyo (yang sudah menguasai tubuh Kyoshiro) bertemu dengan Yukimura Sanada. Dari adegan inilah terungkap bahwa sebenarnya Kyo dan Kyoshiro adalah dua orang yang berbeda. Terungkap juga fakta bahwa Kyoshiro yang &#8220;lemah&#8221; itulah yang dulu telah mengalahkan Kyo dan menyembunyikan tubuhnya dalam hutan Aokigahara. Kyo dan teman-temannya akhirnya menuju hutan Aokigahara untuk mengambil tubuhnya kembali.</p>
<p>Setelah mengalahkan Nobunaga Oda dan Jyunishinshou-nya, ternyata pertempuran sebenarnya baru saja dimulai. Tubuh Kyo yang dicuri oleh Akira telah jatuh ke tangan Klan Mibu, klan yang selama ini mengatur Jepang dari balik layar. Akhirnya Kyo berangkat untuk merebut kembali tubuhnya. Sepanjang perjalanan ia kembali bertemu dengan mantan rekan-rekannya di Shiseiten dan akhirnya mereka kembali bergabung untuk melawan &#8220;Raja Merah Terdahulu&#8221;.</p>
<p>Setelah melewati dan mengalahkan pasukan penjaga yang terdiri dari para Goyosei dan Taishiro, Kyo akhirnya mendapatkan kembali tubuhnya yang dikuasai oleh Kyoshiro. Akhirnya terungkap bahwa Kyo adalah satu-satunya manusia Mibu yang tersisa, sementara Kyoshiro dan yang lain hanyalah makhluk buatan klan Mibu. Terungkap pula bahwa sebetulnya dulu dia dan Kyoshiro bersahabat dan pernah memperebutkan wanita yang sama. Akhirnya mereka bergabung dan mengalahkan Raja Merah Terdahulu.</p>
<p>&#8212;&#8211;End Of Spoiler&#8212;&#8211;</p>
<p>Cerita ini memiliki keistimewaan tersendiri dalam penggambaran karakternya. Kalau kita ikuti sampai tamat, akan kita sadari bahwa ternyata tidak ada tokoh antagonis sama sekali dalam cerita ini. Mungkin hanya ada 4 tokoh antagonis, yaitu Bantoji Bersaudara (2 perampok yang dibunuh Kyo di episode pertama) dan 3 warna sekawan minus Benitora (juga terbantai dengan sukses di episode 2).</p>
<p>Setiap tokoh penting dalam cerita ini memiliki dasar-dasar yang kuat dalam melakukan tindakannya. Dan pada akhirnya mereka juga mendapatkan pengakuan dari lawannya bahwa mereka orang &#8220;baik&#8221;. Lantas siapa yang jahat? mengapa mereka harus bertarung. Disinilah kehebatan Kamijyo dalam membuat alur cerita perlu diberi 5 jempol, belum lagi bumbu roman antara Kyo, Sakuya, Kyoshiro, dan Yuya. Cerita ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa</p>
<blockquote><p><em>Di dunia ini tidak ada orang jahat, hanya saja cara pikir setiap orang berbeda-beda.</em></p></blockquote>
<p>Cerita ini menunjukkan jalan yang dipilih masing-masing tokohnya untuk menguji nilai kebenaran yang mereka anut sepenuh hati mereka. Dan mereka memutuskan untuk mengujinya dengan cara yang paling ekstrim yaitu dengan <strong>Pedang</strong>. Jadi dengan apakah kamu akan menguji Nilai kebenaran yang kamu anut ?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonfisik.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonfisik.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonfisik.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonfisik.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonfisik.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonfisik.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonfisik.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonfisik.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonfisik.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonfisik.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonfisik.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonfisik.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonfisik.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonfisik.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonfisik.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonfisik.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=12&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonfisik.wordpress.com/2007/01/31/samurai-deeper-kyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/491ce88df5b0d89b657c2b25297f11d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nonfisik.files.wordpress.com/2007/01/samurai_deeper_kyoanime.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gokusen &#8211; The Yakuza Teacher</title>
		<link>http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/22/gokusen-the-yakuza-teacher/</link>
		<comments>http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/22/gokusen-the-yakuza-teacher/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Nov 2006 15:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dnial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/22/gokusen-the-yakuza-teacher/</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Gokusen Season 1 Seri : 12 Episodes + 1 Spesial   &#8220;Fight-on Yoh!&#8221; Itu adalah kata-kata yang selalu diucapkan Yamaguchi Kumiko (Nakama Yukie) sebelum akan memasuki kelas 3D di Shirokin Gakuen. Shirokin Gakuen adalah sebuah sekolah khusus cowok (gimana ya rasanya?) dan yang murid-murid paling bandel dikumpulkan jadi satu kelas, yaitu kelas 3D. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=9&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Judul </strong>: Gokusen Season 1<br />
<strong>Seri </strong>: 12 Episodes + 1 Spesial</p>
<p align="center"> <a href="https://nonfisik.files.wordpress.com/2006/11/gokusen.jpg" title="Gokusen Cover"><img src="https://nonfisik.files.wordpress.com/2006/11/gokusen.jpg?w=245&#038;h=186" alt="Gokusen Cover" height="186" width="245" /></a></p>
<p align="center"><em>&#8220;Fight-on Yoh!&#8221;</em></p>
<p>Itu adalah kata-kata yang selalu diucapkan Yamaguchi Kumiko (Nakama Yukie) sebelum akan memasuki kelas 3D di Shirokin Gakuen. Shirokin Gakuen adalah sebuah sekolah khusus cowok (gimana ya rasanya?) dan yang murid-murid paling bandel dikumpulkan jadi satu kelas, yaitu kelas 3D. Banyak guru yang menyerah mengajar kelas 3D, sampai akhirnya Yamaguchi Kumiko mengambil tugas itu.<span id="more-9"></span></p>
<p><strong>Sinopsis </strong></p>
<p>== Spoiler Warning ==<strong><br />
</strong></p>
<p>Cerita dari dorama 12 seri ini adalah usaha dari Yamaguchi Kumiko, yang diberi julukan Yankumi oleh anak 3D, untuk mengajar anak 3D. Setiap murid dari 3D adalah anak badung yang bagi orang lain sudah nggak tertolong lagi. Pemimpin dari gank 3D ini adalah Sawada Shin (Matsumoto Jun) murid yang sudah tidak percaya lagi sama guru karena pernah dikhianati oleh guru.</p>
<p>Di awal cerita murid 3D berusaha membuat guru baru mereka ketakutan dengan menantang dan mengancam (wow!). Tapi Yankumi tidak gentar karena sebenarnya dia adalah cucu dari salah satu pemimpin keluarga Yakuza Jepang, dan dia seharusnya menjadi calon penerus kepemimpinan keluarga.</p>
<p>== End of Spoiler Warning ==<br />
Dorama ini penuh berisi nilai-nilai klasik Yakuza Jepang, Yankumi sendiri tidak keberatan saat mengetahui muridnya berkelahi dengan siswa lain ataupun dengan sekolah lain. Dia sendiri sering turun tangan membantu muridnya berkelahi (lha wong biasa diajari bertarung sama kakeknya).</p>
<p>Dorama ini juga banyak mengajarkan tentang tidak menilai seorang manusia dari luar saja. Pandangan positif Yankumi tentang murid-muridnya, kepercayaannya kepada mereka akhirnya mendorong murid 3D untuk menerima Yankumi sebagai guru mereka.</p>
<p>This is a good story, I can&#8217;t wait when this story rolled in Indonesia.</p>
<p><strong>Trivia</strong></p>
<ul>
<li>Agak aneh memang melihat Nakama Yukie yang bermain serius di film Shinobi dan menjadi peran guru yang konyol di Gokusen</li>
<li>Sebagian besar murid 3D akhirnya bermain sebagai Kamen Raider atau Ranger, mungkin 3D adalah kelas calon Superhero?</li>
<li>Nakama Yukie dan Matsumoto Jun mendapat award aktris terbaik dan aktor pembantu terbaik di Dorama ini.</li>
</ul>
<p>Contributor <a href="http://the-lamp-post.blogspot.com">d-nial</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonfisik.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonfisik.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonfisik.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonfisik.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonfisik.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonfisik.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonfisik.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonfisik.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonfisik.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonfisik.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonfisik.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonfisik.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonfisik.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonfisik.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonfisik.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonfisik.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=9&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/22/gokusen-the-yakuza-teacher/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b427e79542e0fc6e6d672733ca741fee?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dnial</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://nonfisik.files.wordpress.com/2006/11/gokusen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gokusen Cover</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>James Bond : Casino Royale</title>
		<link>http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/21/james-bond-casino-royale/</link>
		<comments>http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/21/james-bond-casino-royale/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2006 03:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/21/james-bond-casino-royale/</guid>
		<description><![CDATA[Casino Royale mungkin adalah seri James Bond yang paling membosankan dari semua film yang pernah dibuat tentang agen 007 ini. Yang pertama adalah kurangnya unsur spionase dari film ini, film ini lebih mirip film action biasa bahkan diawal ceritanya film ini hampir mirip film &#8220;Rambo&#8221;. Yang Kedua adalah tidak ada alat-alat canggih nan aneh yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=8&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>    Casino Royale mungkin adalah seri James Bond yang paling membosankan dari semua film yang pernah dibuat tentang agen 007 ini.  Yang pertama adalah  kurangnya unsur spionase dari film ini, film ini lebih mirip film action biasa bahkan diawal ceritanya film ini hampir mirip film &#8220;Rambo&#8221;. Yang Kedua adalah tidak ada alat-alat canggih nan aneh yang menjadi ciri khas film James Bond. Mungkin hal ini disebabkan oleh meninggalnya tokoh &#8220;Q&#8221; yang selalu menjadi penyuplai alat-alat aneh tersebut. Yang ketiga adalah skenario dari film itu sendiri yang tidak jelas. Orang yang baru pertama kali melihat film ini biasanya akan bingung karena tidak tahu apa yang sebenarnya diceritakan oleh film ini.<span id="more-8"></span></p>
<p>Terlepas dari kekurangannya, akting para pemainnya memang patut dipuji. Film ini juga diwarnai dengan beberapa adegan &#8220;Romantis&#8221; yang menjadi ciri khas James Bond. Walaupun James Bond adalah agen Inggris, tetapi kesan arogan dan sombong serta culas milik Amerika-lah yang justru terlihat disini. Dapat terlihat dari bagaimana agen CIA melakukan tawar menawar dengan 007 dan mereka dengan entengnya berkata &#8220;apakah CIA seperti terlihat butuh uang?&#8221;.  Untuk yang sudah berharap banyak dengan film ini, jangan kecewa, karena anda akan disuguhi dengan pemandangan-pemandangan indah dari berbagai negara di dunia. Mungkin inilah salah satu alasan kenapa pembuatan film ini begitu mahal</p>
<p>Posted by: Mardun</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonfisik.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonfisik.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonfisik.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonfisik.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonfisik.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonfisik.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonfisik.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonfisik.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonfisik.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonfisik.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonfisik.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonfisik.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonfisik.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonfisik.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonfisik.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonfisik.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=8&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/21/james-bond-casino-royale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/491ce88df5b0d89b657c2b25297f11d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kunti dan Angin Yang Berhembus di Padang</title>
		<link>http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/19/kunti-dan-angin-yang-berhembus-di-padang/</link>
		<comments>http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/19/kunti-dan-angin-yang-berhembus-di-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Nov 2006 01:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/19/kunti-dan-angin-yang-berhembus-di-padang/</guid>
		<description><![CDATA[Malam telah pulang. Meninggalkan tanya, di pagi yang teduh dengan embun yang masih bergelayut di rumput-rumput dan dedaunan. Kunti masih merenung di bawah sebuah pohon yang daunnya banyak terbakar waktu. Sejenak ia berdiri, dan berlari kecil ke arah matahari terbit. Direntangkan tangannya, ditatapnya lekat-lekat matahari. Sejumlah keluh tertahan di otaknya. Ia meragu. Kepada siapa kan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=6&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam telah pulang. Meninggalkan tanya, di pagi yang teduh dengan embun<br />
yang masih bergelayut di rumput-rumput dan dedaunan. Kunti masih merenung<br />
di bawah sebuah pohon yang daunnya banyak terbakar waktu. Sejenak ia<br />
berdiri, dan berlari kecil ke arah matahari terbit. Direntangkan tangannya,<br />
ditatapnya lekat-lekat matahari. Sejumlah keluh tertahan di otaknya. Ia<br />
meragu. Kepada siapa kan kukeluhkan tanya.<span id="more-6"></span></p>
<p>Perlahan dipejamkan mata. Menahan tanya yang terus mengoyak dada. Bibirnya<br />
beku. Kunti berlari lagi ke bawah pohon. Tersimpuh. Dilihatnya embun yang<br />
berpendar di ujung hijau rumput teki. Ia berkeluh,” Di manakah Tuhan.”</p>
<p>Bibirnya bergetar. Dadanya bergetar. Seluruh tubuhnya bergetar. Tanya itu<br />
telah kembali mengguncangkan seluruh nadi kerinduannya. Yang sudah sekian<br />
lama membuncah hati. “Di manakah Tuhan”. Dipejamkan mata, rindunya tertahan.</p>
<p>Pelan. Dingin. Angin merambat. Bangunkan rumput-rumpur yang terlelap.<br />
Ditempelkan rasa dingin di kulit dan wajah Kunti. Kunti terkesiap.<br />
Dipalingkan wajah mengikuti arah angin bertiup. Pagi itu ia dapatkan dingin<br />
yang lebih, daripada pagi-pagi sebelumnya.</p>
<p>“Angin….” ucapnya lirih.<br />
Angin berhenti, ditatapnya Kunti dengan ragu.<br />
“Adakah kau lihat Tuhan?” tanya Kunti ragu.</p>
<p>Angin merambat pelan, mempermainkan ujung-ujung rumput, ia berputar-putar<br />
naik ke atas menggoyang dan membelai daun- daun. Angin berputar-putar di<br />
tanah luas. Ia bawa daun-daun kering dan dihamburkannya ke angkasa. Kunti<br />
merentangkan tangannya menyambut daun-daun kering yang berjatuhan.<br />
Dibiarkannya angin mengangkat rambutnya. Angin sejenak berhenti.</p>
<p>“Adakah kamu lihat aku,” tanya angin pada Kunti.<br />
“Tidak,” jawab Kunti.<br />
“Apakah kau tahu kalo aku ada,” tanya angin lagi.<br />
“Iya,” lanjut Kunti.<br />
“Tuhan ada di mana-mana, Ia hadir di sini bersama kita, Ia ada di jauh sana<br />
di matahari, Ia ada di kolong-kolong jembatan, di gedung-gedung. Ia penuh<br />
mengisi semesta ini. Namun Tuhan hanya bisa diyakini, dan dirasakan oleh<br />
jiwa yang jernih.”</p>
<p>Kunti diam. Diambilnya bunga rumput, ditiupnya, dan biji-biji ringan<br />
bersayap itu beterbangan dan perlahan-lahan jatuh kembali ke tanah.</p>
<p>“Aku hanya ingin Tuhan, bukan dunia ini, aku ingin dalam pangkuan Tuhan,<br />
dalam damai yang sebenarnya damai, dalam cinta yang agung. Apalah arti<br />
semua kefanaan ini. Aku cape dengan semua omong kosong dunia ini. Capai!“</p>
<p>Angin meliuk di dahan. Bergoyang-goyang sebentar. “Ooo hooo… Fana? Memang<br />
itulah sifat dari dunia ini. Segalanya fana. Takdirmu adalah dunia ini,<br />
jangan coba mengingkari.”</p>
<p>“Aku tidak mencoba mengingkari, Angin! Juga tidak mencoba untuk lari.<br />
Apakah ini tempat pembuangan? Seperti Adam dan Siti Hawa yang terdahulu ?”</p>
<p>Angin menengadah menahan kegalauan. “Kunti, bagaimana emas dengan kemurnian<br />
tinggi didapatkan? Peleburan! Dengan peleburan di dunia inilah, hati<br />
diharapkan menjadi kembali murni.”</p>
<p>Kunti berdiri. Menarik tangannya keatas. Pejamkan mata. Nikmati bau tanah<br />
pagi hari. “Aku tengok ke kanan, kemunafikan. Aku tengok ke kiri<br />
kebohongan. Aku lihat di depan, tipu daya. Aku coba berbalik ke balakang,<br />
hanya omong kosong belaka. Angin…. Aku tidak ingin terlalu lama di sini, di<br />
dalam dunia kepalsuan ini. Biarkan aku lepas dari segala kedustaan ini.”</p>
<p>Angin terkejut. Terpental membentur bukit. Dalam sadar ia membumbung tinggi<br />
ke awan dan meluncur ke bawah dengan segumpal kabut dalam<br />
rengkuhnya. “Kunti…., apa pedulimu dengan semua tipu daya, kemunafikan,<br />
kebohongan dan kedustaan di bumi ini? Semua itu adalah urusan mereka dengan<br />
Tuhan, bukan kamu. Jika ada suatu ketika, seorang sehat berpura-pura sakit<br />
dan minta bantuanmu. Adakah kamu merasa tertipu saat hatimu sangat tulus<br />
untuk membantu? Jangan kotori tulusmu dengan marah. Kunti…. Tetaplah<br />
berjalan di dunia ini, karena Tuhan ada di semua tempat di dunia ini.”</p>
<p>“Angin…. Tidakkah kau rasakan, betapa merindunya aku pada Tuhan? Rindu ini<br />
telah menyanyatku menjadi serpih-serpih, yang tiap serpihannya selalu<br />
bergetar menahan rindu yang amat sangat. Angin….. aku ingin di dalam Tuhan.<br />
Di dekat Tuhan. Di mana pun Ia.”</p>
<p>Angin terdiam. Diambilnya wangi bunga alang-alang. Dicecapnya. Dibiarkan<br />
tubuhnya terjatuh dan bergulung di atas rerumputan. Angin merambat jauh,<br />
sambil punguti embun yang masih menempel di badan-badan rumput, dan<br />
dikembalikannya lagi ke angkasa. Dipandanginya wajah Kunti dari kejauhan.</p>
<p>Angin masih diam. Kunti diam. Kesunyian membeku.</p>
<p>Angin melesat ke atas dibawanya selaput tipis awan, untuk hari yang masih<br />
muda. Ia berhembus lagi kebawah ke dekat Kunti yang sedang memainkan bunga<br />
biru muda.<br />
“Kunti…!” ucap angin nyata. “Lepaskan keinginanmu itu. Endapkanlah. Semua<br />
akan tiba pada saatnya. Adakah baiknya bayi yang terlahir pada umur empat<br />
bulan? Kunti…. Biarkan masa itu datang. Tapakkan kakimu lekat-lekat di<br />
bumi. Nikmatilah apapun aroma yang dihidangkan. Di bumilah tempat belajar<br />
tentang kesabaran dan ketulusan.”</p>
<p>Angin berhembus ke belakang, disangkutkannya selembar daun kering di rambut<br />
Kunti. “Ke mana pun menoleh selalu saja kau dapatkan kepalsuan dan hal-hal<br />
yang serupa. Mampukah untuk selalu tulus dan ikhlas.”</p>
<p>Kunti mengarahkan wajahnya ke matahari. Hangat itu membelai kulit bayinya.</p>
<p>“Di dunia, yang berlaku adalah hukum dunia. Tidak bisa dihindari. Setiap<br />
benda pasti jatuh ke bumi. Setiap orang butuh makan, dan tidak mungkin<br />
hidup sendiri. Hukum-hukum dunia harus dijalani. Bersabarlah untuk itu.”</p>
<p>Angin berhembus perlahan, menyapu seluruh hamparan rumput. “Kunti… Tuhan<br />
selalu ada dalam setiap sabar dan tulusmu. Tidak perlu dicari. Tuhan akan<br />
selalu ada, bila tempatnya tidak kamu gantikan dengan hal-hal lain. Tetap<br />
jejakkan kakimu di bumi, selesaikan tugasmu! Dan akan kau lihat senyum<br />
Tuhan di wajah-wajah sekitarmu.”</p>
<p>Angin membubung ke angkasa, Kunti berteriak padanya, “Kemana aku harus<br />
melangkah?”</p>
<p>“Tidak perlu arah, Kunti. Tidak perlu tuju. Di mana kau berada, di situlah<br />
Tuhan berkehendak. Tanpa sesal. Hanya tulus dalam kuasa-Nya.” Angin terus<br />
membubung ke angkasa. Diambilnya lagi awan putih. Ditaruh di atas Kunti.</p>
<p>Kunti berdiri. Diraihnya langit. Ditariknya ke bawah. Disayatnya pagi.<br />
Dikeluarkannya gerimis. Mandilah ia dalam guyuran sejuk titik-titik air.<br />
Tak lupa dilambaikan tangannya pada angin yang kembara.</p>
<p>Angin kembali terbang menjauh. Kini ia merayapi Kinibalu, menyaksikan hutan<br />
yang sekarat, dengan tangan terikat ke belakang dan mata tertutup. Di<br />
hadapan sang penjagal dengan sawmill yang siap memancungnya.</p>
<p>***<br />
Cerpen Aphelium<br />
Pontianak, 06/10/02</p>
<p>Posted by: Mardun</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonfisik.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonfisik.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonfisik.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonfisik.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonfisik.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonfisik.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonfisik.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonfisik.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonfisik.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonfisik.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonfisik.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonfisik.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonfisik.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonfisik.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonfisik.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonfisik.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=6&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/19/kunti-dan-angin-yang-berhembus-di-padang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/491ce88df5b0d89b657c2b25297f11d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Death Note &#8211; manga</title>
		<link>http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/17/death-note-manga/</link>
		<comments>http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/17/death-note-manga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2006 00:56:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dnial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/17/death-note-manga/</guid>
		<description><![CDATA[Death Note Pengarang : Ohba Tsugumi Seri : 12 Volume Bayangkan kamu mendapat sebuah buku catatan. Dan setiap nama yang kamu catat di buku catatan itu akan mati. Apa yang kamu lakukan?Nama Siapa yang akan kamu tulis di sana? Sinopsis === Spoiler Warning === Manga karangan Ohbu Tsugumi ini berkisah seputar Death Note miliki Shinigami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=3&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Death Note</p>
<p>Pengarang : Ohba Tsugumi</p>
<p>Seri : 12 Volume</p>
<p><a href="http://nonfisik.files.wordpress.com/2006/11/dn-v01-c001-00d.jpg" title="Death Note - cover"><img src="http://nonfisik.files.wordpress.com/2006/11/dn-v01-c001-00d.thumbnail.jpg" alt="Death Note - cover" /></a></p>
<p>Bayangkan kamu mendapat sebuah buku catatan. Dan setiap nama yang kamu catat di buku catatan itu akan mati. Apa yang kamu lakukan?Nama Siapa yang akan kamu tulis di sana?<span id="more-3"></span></p>
<p><strong>Sinopsis</strong></p>
<p>=== Spoiler Warning ===</p>
<p>Manga karangan Ohbu Tsugumi ini berkisah seputar Death Note miliki Shinigami bernama Ryuku yang terjatuh di bumi dan diambil seorang murid yang sangat cerdas bernama Light Yagami.</p>
<p>Light menggunakan Death Note untuk membunuh para penjahat dan terpidana di penjara. Tujuannya adalah untuk membersihkan dunia dari kejahatan.</p>
<p>Dalam waktu singkat aksinya menarik perhatian Interpol dunia. Tapi tidak ada yang tahu siapa sebenarnya pelaku pembunuhan massal ini. Mereka hanya tahu sebuah kode &#8220;Kira&#8221; dari kata Killer. Akhirnya Interpol mengirim agen terbaiknya &#8220;L&#8221;.</p>
<p>Pertarungan antara L dengan Light berlangsung sangat menegangkan. Light tidak tahu siapa sebenarnya L begitu pula L. bagi Light, L adalah penghalang dia dari dunia sempurna yang akan dia ciptakan.<br />
Saling menjebak dan saling mengecoh antara Ligth dan L adalah daya tarik dari novel ini. Siapakah yang akan menang?</p>
<p>=== End of Spoiler Warning===</p>
<p>Jika anda adalah penggemar serial detektif seperti Detektif Q, Conan, Kindaichi atau QED, atau penggemar serial misteri seperti Monster maka anda akan menemukan Death Note sangat menarik.</p>
<p>Manga ini penuh berisi dialog-dialog panjang dan minim aksi. Anda akan disuguhi kecermatan Light dalam menyembunyikan aksinya maupun kecerdasan L dalam melacak Kira dengan petunjuk yang hampir nol.</p>
<p>Manga ini juga penuh berisi nilai moral dan sosial. Karena sudut pandang yang dipakai adalah Light maka anda akan dengan mudah mendukung Light dengan segala alasan yang dia bawa. Untuk membasmi kejahatan maka dia menjadi orang yang paling jahat di bumi.</p>
<p>Tapi jika anda mendapat sebuah Death Note, apa yang akan anda lakukan?</p>
<p>Posted By: Dnial</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonfisik.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonfisik.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonfisik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonfisik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonfisik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonfisik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonfisik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonfisik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonfisik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonfisik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonfisik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonfisik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonfisik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonfisik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonfisik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonfisik.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonfisik.wordpress.com&amp;blog=508364&amp;post=3&amp;subd=nonfisik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonfisik.wordpress.com/2006/11/17/death-note-manga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b427e79542e0fc6e6d672733ca741fee?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dnial</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nonfisik.files.wordpress.com/2006/11/dn-v01-c001-00d.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Death Note - cover</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
