Analair

Lair of Analyst

Cinta Laki-laki Biasa

 Disadur dari blognya mbak Meme

MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

“Kenapa?” tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan. Read more »

February 24, 2007 Posted by mardun | Stories | | 2 Comments

Kunti dan Angin Yang Berhembus di Padang

Malam telah pulang. Meninggalkan tanya, di pagi yang teduh dengan embun
yang masih bergelayut di rumput-rumput dan dedaunan. Kunti masih merenung
di bawah sebuah pohon yang daunnya banyak terbakar waktu. Sejenak ia
berdiri, dan berlari kecil ke arah matahari terbit. Direntangkan tangannya,
ditatapnya lekat-lekat matahari. Sejumlah keluh tertahan di otaknya. Ia
meragu. Kepada siapa kan kukeluhkan tanya. Read more »

November 19, 2006 Posted by mardun | Stories | | 2 Comments